Sekolah

Cerita-cerita yang terjadi di sekolah

Cerita Sehari-Hari

Hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari

Internet

Segala sesuatu yang berhubungan dengan internet dan blogging

Jamban Blogger

Jamban Blogger

Tulisan Jaw merupakan anggota dari Jamban Blogger

Thursday, 19 September 2013

#KAAC 2: Rumpi Usai Sekolah

Ruang perpustakaan lama

Awalnya hanya ada satu orang asisten perpustakaan, sebuh saja namanya Titi. Namun dengan berjalannya waktu si anak ini sibuk bener, akhirnya saya minta dia untuk mengajak 2 orang temannya untuk menemani dia, sebut saja namanya Tuti dan Tati.

Entah bagaimana caranya dari 3 orang itu akhirnya "berkembang" menjadi 5 orang, 2 orang sukarela ikut bantuin tanpa harus saya minta. Sebut saja namanya Tita dan Tina.

Agar tidak menganggu kegiatan belajar mengajar mereka, maka "jam kerja" mereka saya batasi, pagi hari sebelum saya datang (buat berjaga-jaga kalau ada yang pinjam pagi-pagi) dan seusai sekolah.

Untuk tugas yang saya berikan pun juga tidak terlalu banyak. Kalau kemarin pas penataan buku memang cukup banyak kerjaan mereka dari menyampuli sampai dengan pendataan buku, tapi sekarang tinggal pendataan peminjaman dan pengembalian buku saja (itupun terkadang sudah saya kerjakan karena jumlah peminjam yang sedikit).

Ngomong-ngomong soal kegiatan seusai pelajaran, sering kali saya mengingatkan mereka untuk tidak pulang terlalu sore.

"Udah setengah tiga, hayuk pulang"

Atau kalau enggak

"Udah, klo kerjaannya belum selesai, dilanjutin besok nggak apa-apa."

Pertama kasihan juga klo mereka pulang kesorean, yang kedua ntar klo sampai orang tuanya marah-marah kan berabe? 

Namun ternyata mereka punya jawaban sendiri.

"Nggak papa koq pak, daripada di rumah nggak ada kerjaan." Kata si Tuti

"Ntar pak masih asyik." Kata si Tati.

Yah, tsudahlah selama mereka enjoy dan tidak menganggu sik.

Nah... Bicara soal asyik, ternyata emang bener, kalau mereka sudah berkumpul, berasa dunia milik mereka berlima. Kalau kata orang dua orang wanita bertemu jadilah pasar, maka bayangkan kalau 5 orang wanita bertemu, begitu gaduh dan hebohnya mereka.

Dan hebatnya lagi, obrolan mereka itu bisa kemana-mana. Diawali dari kejadian di kelas, entah itu ulangan harian atau yang lainnya, kemudian obrolan mengarah ke salah satu/beberapa cowok yang ada di sekolah, daaaan... kemudian ngobrol tentang acara TV.

Saya cuman bengong ngeliatin sambil garuk-garuk kepala dari meja sirkulasi. Pantes aja mereka betah berlama-lama disini ^_^;;;;;;


Jujur saja kadang bingung dan susah ngikutin alur pembicaraan mereka, namun sisi positifnya mereka lebih terbuka, kalau ada apa-apa lebih bebas untuk curhat, dan saya sendiri juga bisa mendampingi mereka, memberi masukan dan mengarahkan jika memang dibutuhkan.

Monday, 9 September 2013

My Little Emotional Journey



Setelah tertunda sekian lama, akhirnya hari Sabtu keinginan saya untuk "kembali ke masa lalu terlaksana juga", kekhawatiran mengenai waktu ternyata dapat dengan mudah diselesaikan. Saya hanya perlu ijin kepada wakasek kurikulum untuk pulang lebih awal, dan tanpa perlu persyaratan dan prosedur yang rumit, ijin pun di berikan.

Dari sekolah saya berangkat kurang lebih pukul 11.30. Perjalanan menuju Polokarto, yang semula saya pikir akan menghabiskan waktu 30 (bahkan lebih), ternyata hanya menghabiskan waktu tidak lebih dari 30 menit. 

Menyusuri lagi jalanan yang dulu hampir tiap hari saya lalui (well... dulu biasanya saya lewat jalur lain, bukan jalur yang ini). Sudah setahun berlalu, ada banyak hal yang berubah, penambahan bangunan di sana sini, namun banyak hal juga yang masih tetap seperti dulu.

Termasuk sekolah lama saya. Memasuki gerbang (yang ternyata masih saja tetap sama), menyeruak perasaan... senang (?) kembali menginjakkan kaki ke tempat yang telah menempa saya selama 3 tahun kemarin, tempat dimana saya banyak belajar (dan masih banyak lagi yang harus saya pelajari).

Sempat muncul kekhawatiran kalau saya akan mengganggu (bagaimanapun juga saya datang pas jam kerja), namun saya salah, sambutan hangat saya dapatkan dari mantan teman-teman sekerja saya, terlebih dari partner in crime saya. It's so good the see them again.

Sempat juga bertemu dengan Mr. T, walaupun tak sempat ngobrol banyak karena beliau keburu masuk kelas untuk mengajar.

Dan anak-anak itu... It's unspeakable, un-describable.

Bukan sambutan heboh dari mereka yang membuat saya bahagia, tapi melihat kembali wajah mereka, senyum lebar mereka. It's more than anything.

"Pak guru masih ingat saya nggak?" Tanya seorang anak sambil mengajak salaman.

Saya cuman nyengir bego, dan kemudian menjawab

"Jujur kalau untuk nama saya banyak yang lupa, tapi untuk wajah saya masih ingat jelas."

Saya tinggalkan mereka ketika mereka naik ke kelas 8, dan sekarang mereka kelas 9, banyak hal yang berubah dari mereka, terutama secara fisik.

"Gpp pak, orang sesama kelas 9 aja banyak yang nggak apal nama koq." Kata seorang anak dengan cueknya.

Dan saya cuman bisa tersenyum malu menanggapinya.

Saya ngobrol banyak dengan mantan rekan saya waktu itu, bahkan bisa dikatakan saya datang untuk ngobrol bareng dia. Tak terasa hampir dua jam kami ngobrol. And again, it's so good to see her again, to talk to her. Dan yang paling menyenangkan adalah saya masih bisa melihat semangat yang menyala di mata dia.

Banyak hal yang terjadi, banyak hal yang telah di lalui, hal-hal positif, dan terlebih hal-hal negatif yang mencoba merusak segalanya. But somehow she's survive dan dia hanya membutuhkan sedikit tambahan support agar lebih kuat lagi.

And last but not least, keinginan saya akhirnya terwujud juga, passing the tradition to her.

Semoga segala sesuatunya menjadi lebih baik dari hari ke hari. 

Terima kasih alam semesta, untuk semuanya :)


Related post: Saya Juga Kangen 

Saturday, 7 September 2013

Kisah Ibu dan Sales


Pagi tadi, ada sales yang datang ke sekolahan menawarkan minuman probiotik dagangannya. Waktu itu usai istirahat sholat dhuha, ketika dia datang.

Ngeliat mas-mas sales ini, saya jadi keingat kejadian beberapa tahun lalu, waktu itu ada beberapa sales peralatan listrik yang masuk ke kampung kami, dan rumah kami salah satu yang didatangi oleh salah satu sales tersebut, dan ibu saya yang "melayani" sales tersebut.

Biasanya kan orang melayani sales itu di beranda depan, atau bahkan tak jarang di depan pintu pagar. Tapi tidak oleh ibu, beliau mempersilahkan sales tersebut untuk masuk ke ruang tamu dan kemudian ngobrol di sana. Dari dalam cuman bisa bengong ngeliatnya.

Tak berapa lama berselang, ibu berkata kepada saya

"Le, mbok dibikinkan mie untuk salesnya."

Kebetulan di rumah lagi nggak ada apa-apa, dan semangkok mie instant cukup pantas untuk dihidangkan.

"Kenapa sih bu? Kan cuman sales ini, koq sampai segitunya." kata saya dengan penuh tanya.

"Kasihan Le, dia udah seharian capek muter-muter jualan." kata si ibu.

Kemudian beliau melanjutkan.

"Ibu jadi keinget sama kakak kamu, dia kan kerja sales juga?"

Ah ibu... Kakak saya memang kerja sebagai agen asuransi dan kerjaannya menawarkan jasa asuransi, so basically it's the same. Tak salah kalau ibu menyamakan keduanya.

"Jangan lupa kasih telor ya, sama nanti bawain nasi juga."

Kata ibu menambahkan ketika saya hendak memasak mie buat si mas sales.

Bertahun-tahun berselang, kejadian itu masih dengan mudah bisa saya ingat, dan pagi ini seakan-akan kejadian yang telah lama tersebut terpampang nyata (tanpa cetar membahana) di depan mata saya.

Saya nggak terlalu memperhatikan si mas sales yakult ini (yah kesebut deh akhirnya), karena perhatian saya terbagi dengan seorang guru yang tengah melaporkan kejadian di kelas. But somehow he reminds me of the one from the past.

Mungkin sekolah kami merupakan tujuan pertama dia hari ini, mungkin dagangannya belum ada yang laku hari ini, terbukti ketika saya beli satu dia kesulitan untuk mencari kembaliannya. Well... Semoga dagangannya laris ya mas :)

Btw jujur, seumur-umur baru pertama kali ini beli dan minum yakult, lumayan enak juga :p

Wednesday, 4 September 2013

#KAAC Kisah Asisten-Asisten Centil I


Masih ingat cerita saya tentang Asisten Perpustakaan? Well... Nggak ada yah? Yaudah klo gitu *kemudian merenung di pojokan perpus*

Untuk membantu tugas di perpustakaan, saya meminta 3 orang siswi menjadi asisten saya, dengan berbagai tugas lah pokoknya. Dan bekerjasama dengan mereka ternyata banyak sekali cerita, kadang nyenengin, bikin ketawa, terkadang juga nyebelin (nggak nyebelin-nyebelin  amat sih, toh akhirnya ketawa juga ngeliat mereka).

Jadi... Saya rasa sudah sepantasnya mereka punya "kapling" khusus di blog saya ini (beuh... bahasanya).

Nah ceritanya pagi ini ada guru yang datang ke perpustakaan untuk pinjam buku (langsung gelar tikar merah - karpet merahnya lagi di pinjam - dan tebar-tebar convetti dan nangis terharu saking girangnya ada guru yang ke perpustakaan untuk pinjam buku) #Lebay #PakeBanget.

Beliau saya persilahkan untuk memilih sendiri buku di rak, sementara saya menunggu di meja sirkulasi. Tak berapa lama, beliau datang sambil membawa buku.

"Pak ini, buku Fisika deh, bukan buku bahasa Inggris." Katanya sambil memperlihatkan buku Fisika yang berbahasa Inggris.

"Oh... Mungkin itu anak-anak habis baca terus menaruhnya di rak bahasa Inggris bu." kata saya sambil tersenyum.

"Tapi ini kodenya koq bahasa?" katanya lagi

"Eh apa iya?" 

Terus saya lihat bukunya, dan ternyata bener, bukunya dimasukkan dalam kategori bahasa. Kemarin sewaktu mendata buku, saya meminta anak-anak untuk bantuin. Saya yang mencarikan DDC nya, ada yang membantu men-stempel, menempel stiker dan menulis data buku, sebagian lagi mencatat di buku besar dan menyampuli.

Nah... Yang kebagian tugas menempel stiker & menulis buku mengira buku tersebut buku bahasa Inggris, sehingga dia memasukkannya ke dalam kategori bahasa. Yah... Salah saya juga sih nggak nggasih tau mereka.

#PukPukBukuYangSalahKamar

Monday, 26 August 2013

Kembali Ke Perpustakaan

Sudah lebih dari seminggu ini aktifitas sekolah kembali seperti biasa setelah libur panjang kemarin. Dan entah karena anak-anak lagi tenang-tenangnya atau saya nya yang sudah terbiasa dengan tingkah mereka, sehingga saya bisa lebih berkonsentrasi dengan tugas-tugas di perpustakaan.

Ada dua hal yang sebenarnya sudah ingin saya lakukan dari awal dulu, namun baru terlaksana sekarang, yaitu pembuatan dan pelaksanaan check list (pemeriksaan) bulanan serta pembuatan katalog.


Dua hal yang sebenarnya sederhana, baik untuk dibuat maupun untuk dilaksanakan, cuman karena... Yah... Gitu deh... Akhirnya baru terlaksana setelah satu tahun pengelolaan perpustakaan berjalan. Untuk check list bulanan saya bikin sederhana saja, hanya daftar buku yang berisi pengarang, judul serta kategorinya. Saya tinggal mengisi kolom jumlah buku dan kolom ada/tidak.

Setelah satu tahun berjalan, ternyata oh ternyata, ada juga beberapa buku yang "menghilang" dengan suksesnya, tidak diketahui kemana rimbanya. Ada kali ya sekitar 10% dari keseluruhan buku. Bisa jadi "dipinjam" anak-anak tanpa mengisi blanko peminjaman dan "lupa" untuk dikembalikan. Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena pintu perpustakaan sudah dibuka sebelum saya datang, dan belum dikunci ketika saya sudah pulang (penjaga sekolah sebagai pemegang kunci -dalam arti yang sebenarnya- dari keseluruhan ruangan di sekolahan.


Untuk katalognya, saya bikin sebuah katalog sederhana menggunakan binder. Untuk memudahkan dalam pencarian, buku-buku saya kelompokkan per kategori dan kemudian diurutkan sesuai dengan judulnya, sebagai tambahan saya sertakan jumlah eksemplar untuk masing-masing judul.

Memang tidak bisa benar-benar dikatakan sebagai sebuah katalog, karena katalog yang benar bukan hanya memuat judul buku dan pengarang saja namun juga klasifikasi buku, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman dan informasi detail mengenai buku bersangkutan. Tapi paling tidak bisa membantu memudahkan pembaca untuk mencari buku yang diinginkan.

Adapun alasan penggunaan binder adalah, apabila nanti koleksi buku bertambah, tinggal menyelipkan lembaran baru di belakang lembaran yang lama, tidak perlu mengganti keseluruhan katalog.

Wednesday, 21 August 2013

Kembali Ke Sekolah

Awal tahun pelajaran ini puas deh liburannya, belum ada sebulan masuk setelah libur akhir tahun ajaran, kembali libur Ramadhan dan Idul Fitri selama 2 minggu. Liburan yang menyenangkan karena sejenak meletakkan beban kerja dan bersantai menikmati hari tanpa anak-anak yang "nggemesin" di sekolahan :))

Tapi... Walaupun amat sangat "nggemesin" banget anak-anaknya, tetap saja bikin kangen sama mereka. Kangen buat nabok maksudnya #jk :p

Daaaan... Akhirnya, saat yang dinanti-nanti pun tiba, tanggal 16 Agustus kemarin Sekolah mulai masuk lagi. Anak-anak ada yang tahu tanggal 16 Agustus hari apa? Iya bener... HarPitNas alias Hari Kecepit Nasional, karena tanggal 17 nya libur lagi untuk memperingati hari kemerdekaan RI. 

Seperti biasa, seusai libur panjang sekolah mengadakan tradisi Apel Bersama, semacam upacara gitu deh, tapi tanpa pengibaran bendera. Dan seperti yang sudah di duga sebelumnya, tidak semua anak masuk, terutama untuk anak-anak cowok. Bahkan yang kelas 8, anak-anak cowoknya cuman 50% yang masuk, bayangkan! :O

Apel Pagi yang diadakan tanggal 16 Agustus kemarin sekaligus acara Halal bi Halal, antara pihak sekolah dengan siswa, acaranya biasa aja sih, setelah sambutan dari kepsek, semua siswa kemudian bersalam-salaman dengan guru dan karyawan. Habis itu udah, anak-anak kembali ke rumah.

Ada 2 kejadian lucu waktu tanggal 16 kemarin, yang pertama: Pagi baru baru saja saya sampai ke sekolah hendak masuk ke ruang guru, 2 orang siswa datang menghampiri dan kemudian bertanya

"Pak, nanti pelajarannya apa?"

Nah loh... Rajin amat yak ni anak, hari pertama masuk udah nanyain pelajaran.

"Nanti acaranya upacara sama halal bi halal." Saya jawab sambil senyum-senyum ngeliat si anak yang tampak panik nggak tau jadwal.

"Oh...." Komentarnya pendek dia yang bernada lega.

"Alhamdulillah... Aku cuman bawa buku 1." Kata temennya di sebelah.

Bwuahahaha... Ngakak saya ngeliat mereka berdua, hadeeeh... Dua orang siswa yang aneh ^_^;;;

Cerita kedua terjadi saat Apel Pagi berlangsung.

Saya mengambil posisi berdiri di belakang barisan anak-anak, mengawasi mereka sambil ngobrol dengan penjaga sekolah. Tiba-tiba beliau berkata.

"Tadi pagi ada anak yang menangis di depan gerbang pak?"

"Hah? Ada masalah apa?"

Kepikiran saya, ada anak-anak yang bertengkar sampai ada yang menangis.

"Tadi itu, ada anak yang menangis gara-garanya salah menjadwal. Sudah saya bilangin nggak apa-apa, masuk saja. Nggak bakal dimarahin sama guru."

Terdiam sejenak

"Tapi anaknya tetap nggak mau masuk, takut dimarahi gurunya. Udah saya bujuk berkali-kali, dia kekeuh ndak mau masuk, bener-bener nggak mau masuk."

Kata si bapak menambahkan.

Dan saya cuman bengong mendengarnya.

"Trus dia kemana pak?"

"Pulang lagi ambil buku katanya."

Tambah bengong. 

Oh iya, anak yang dimaksud masih kelas tujuh, dan memang ada beberapa guru yang cukup "keras" memberikan sanksi kepada siswa yang tidak membawa buku pelajaran, hal ini dimaksudkan untuk membuat siswa yang menyengajakan diri tidak membawa buku karena malas. Tapi... Nggak segitu juga kali yah? #TepokJidat #JidatOrangLewat

Wednesday, 7 August 2013

Idul Fitri Dulu Dan Sekarang

Idul Fitri dan Hari Raya apapun, saya rasa pasti menyenangkan bagi setiap kita yang merayakannya. Ada saat-saat menyenangkan di hari raya yang tidak kita temui di hari-hari biasa. Ada banyak pengalaman menyenangkan yang saya rasakan saat Idul Fitri tiba, baik ketika kecil dulu, maupun sekarang yang udah tidak kecil lagi ini :D

Ketika kecil dulu, seperti biasa ada tradisi salam tempel (yang kayaknya sampai sekarang masih ada yah?). Oh iya, dari kecil - dewasa saya tinggal di kota Boyolali. Saya ngikut aja diajak teman-teman keliling kampung, (hampir) tiap rumah dimasuki baik kenal maupun tidak, mulai dari tetangga kiri kanan, tetangga satu RT, beda RT, bahkan beda RW dan kampung (nah lho). Seriusan, dulu jaman kecil klo keliling salam tempel bisa kemana-mana naik gunung turun ke lembah :p

Ada juga pengalaman mengunjungi tetangga yang udah pindah kampung. Entah siapa yang mengajak, tapi kami beramai-ramai mengunjungi beliau (padahal beliau nya non muslim). Saya nggak begitu ingat kami kesana jalan kaki apa naik sepeda. Yang jelas jaraknya cukup jauh, terlebih bagi anak-anak. Kami tinggal di kalurahan Pulisen, sementara tetangga tersebut pindah ke daerah belakang kompleks TNI (lupa nama daerahnya :p).

Ngomong-ngomong soal sepeda, pernah juga saat libur Lebaran, kami ber banyak orang berencana sepedaan ke rumah kakek saya di daerah Gawok. Ber banyak orang waktu itu (ada kali klo 12 orang). Berhubung waktu itu saya masih kecil dan belum bisa naik sepeda, saya jadi boncenger, duduk manis di belakang. Pagi-pagi sudah pada ngumpul dan bersemangat untuk berangkat. namun sayangnya, kami tidak pernah nyampe ke rumah kakek, bukan karena tersesat, namun karena jauhnya jarak tempuh dan teman-teman sudah banyak yang kecapean, akhirnya di tengah jalan (belum ada setengah perjalanan juga sik) balik kanan, pulang kembali ke rumah :D

Menginjak awal usia dewasa (SMA udah bisa dibilang dewasa ya?) mulai bantu-bantu ibu di dapur, memasak berbagai macam makanan (terutama camilan) untuk Lebaran. Yang pasti ada saat Lebaran ada 2 macam kacang (kacang telor dan kacang bawang), kemudian kue-kue seperti nastar dan putri salju. Oh iya, waktu itu saya suka ngumpulin berbagai macam resep, baik resep kue maupun masakan lainnya, untuk di praktekkan pas masa Lebaran. Kegiatan ber sibuk ria memasak ini berlangsung hingga pertengahan masa kuliah (sekitar semester 5an gitu deh). Untuk kemudian kegiatan bikin kue-kue Lebarannya terhenti, selain karena kesibukan kuliah juga pertimbangan lebih simple dan murah kalau beli yang sudah jadi. Kecuali untuk kegiatan memasak makanan beratnya, tetap berjalan sampai sekarang.

Nah, kalau sekarang, lebih enak lagi, karena saudara-saudara pada nggumpul, trus si ibu juga udah punya banyak menantu, jadi untuk masak me masak banyak yang mengurusi, bahkan sering kali saya cuman ngeliatin aja nggak ikut ngebantuin :D

Well... Apapun tradisinya hari raya akan selalu menyenangkan, selamat Hari Raya Idul Fitri semuanya, mohon maaf atas segala kesalahan. Selamat menikmati hari raya :D


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites